Sembilan dari Sepuluh Pintu Rizqi

1
Mar 2023
Kategori : Clothink Inside
Penulis : Clothink
Dibaca : 370x

Beberapa kali dalam setahun, biasanya saya mengagendakan untuk mengunjungi workshop Clothink di Garut Jawa Barat untuk mengecek progress produksi maupun untuk meeting perusahaan. Dan perjalanan terakhir selama 4 hari 3 malam dari Semarang – Bandung – Garut membuat saya berpikir makna lain dari sebuah ungkapan yang masyhur di kalangan umat Muslim. “Sembilan dari sepuluh pintu rizqi ada pada perdagangan”.

Selama ini, mungkin kita -atau lebih tepatnya saya- memaknai bahwa potensi datangnya rizqi dari hasil perdagangan ini sangat besar. Sehingga sampai diibaratkan dari seluruh pintu rizqi yang ada, 90%-nya “diperebutkan” oleh para pedagang. Sementara hanya 10% yang “diperebutkan” oleh mereka yang bukan pedagang.

Baca Juga : Sedia Jaket Parasut Sebelum Hujan

Sah-sah saja sebenarnya jika ingin memaknainya seperti itu. Toh, memang itu betul terjadi dan telah diakui oleh banyak pelaku usaha. Namun, ada sedikit kesalahan mindset dari penafsiran semacam ini. Seakan kita memaknai potensi rizqi itu hadir semata-mata karena aktivitas berdagangnya, proses jual beli nya. Bukan kepada aktivitas lain di balik itu, yang sesungguhnya lebih kompleks dan lebih berpotensi untuk mendatangkan rizqi.

Baru Menyadarinya

Perjalanan ini membuat saya tersadar bahwa ternyata ada sangat banyak orang yang terlibat di belakang usaha kami. Dan selama ini mereka memiliki “pintu rizqi” yang bermuara kepada usaha yang saya dan tim saat ini jalani.

Jangan-jangan selama ini orderan yang datang itu bukan hanya karena website kami konveksisemarang.net yang kerap kali muncul di halaman pertama Google. Sehingga membuat pelanggan lebih mudah menemukan kami. Bukan juga hanya karena lokasi outlet kami di Jl. Cerme Raya No.5 Lamper Tengah Semarang yang cukup strategis karena dekat dengan pusat kota Semarang. Apalagi hanya karena doa dan ibadah saya selaku owner Clothink yang rasa-rasanya jauh dari definisi ikhlas dan khusyuk itu.

Pintu Rizqi

Kang Dani, salah satu penjahit Clothink yang lokasi rumahnya ada di kaki Gunung Cikuray

Jangan-jangan sebagian besar orderan yang datang itu karena balasan Allah untuk keringat yang mengucur deras dari para pengayuh becak yang membawa bahan kain dari toko menuju ke workshop kami. Begitu juga balasan Allah atas doa-doa ikhlas dari anggota keluarga penjahit kami, yang saya baru tahu sebagian penjahit kami lokasi rumahnya berada jauh di pelosok kaki gunung Cikuray. Dengan kondisi rumah yang sangat sederhana, jauh dari hingar bingar suasana kota.

Definisi 9 dari 10 Pintu Rizqi

Tak heran ada sebuah hadits shahih yang mengatakan bahwa, “Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad)

Bisa jadi ini definisi yang lebih tepat dari ungkapan 9 dari 10 pintu rizqi ada pada perdagangan. Bukan karena 9 pintu itu milik para pedagang, tetapi karena banyaknya pintu-pintu rizqi yang akan terbuka di balik sebuah proses perdagangan. Sehingga jika berbicara konsep rizqi dalam sebuah usaha, maka bukan hanya melihat ikhtiar dari sang pemilik usahanya saja, tetapi juga seluruh elemen yang terlibat dalam sistem perdagangan itu. Mulai dari produksi, pemasaran, sampai akhirnya terjadi proses jual beli.

Dear pelanggan Konveksi Semarang Clothink. Bisa jadi Anda sampai di halaman ini, membaca artikel ini sampai selesai, lalu memutuskan untuk memesan di tempat kami juga karena doa dari penjahit-penjahit kami. Jadi, saya pribadi menyampaikan banyak-banyak terima kasih atas kepercayaan dari Anda kepada kami. Karena orderan dari Anda, sangat membantu keberlangsungan hidup keluarga penjahit-penjahit kami.

Ini adalah tulisan dari owner Clothink, mas Bahtera Muhammad Adi. Tulisan-tulisan beliau lainnya dapat Anda baca melalui akun instagram @bahtera.adi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar